Kamis, 11 Agustus 2016

(RENUNGAN BUAT PARA SUAMI) !!UNTUK PARA SUAMI, SENGAJA GAK DI SENSOR. INILAH PERJUANGAN ISTRIMU KETIKA MELAHIRKAN BUAH HATIMU, MASIH TEGAKAH KAMU MENYAKITI HATINYA....? BACA!!

Suatu hari, seorang pria berdoa dalam kondisi marah serta emosi. Ia sebal pada pasangannya yang seringkali menangis serta memanfaatkan air mata di setiap perdebatannya. Ia bosan. Sungguh bosan.

(RENUNGAN BUAT PARA SUAMI) !!UNTUK PARA SUAMI, SENGAJA GAK DI SENSOR. INILAH PERJUANGAN ISTRIMU KETIKA MELAHIRKAN BUAH HATIMU, MASIH TEGAKAH KAMU MENYAKITI HATINYA....? BACA!!

Tidak ingin terlibat dalam emosi yang negatif, iapun sujud serta berdoa, memohon pertolongan pada Tuhan.

“Tuhan, kenapa sih wanita sering menangis? Saya bosan dan jenuh
lihat serta mendengarnya, ” keluh pria itu.

Jawab Tuhan kepadanya

“Karena wanita itu unik. AKU membuatnya tidak sama seperti anda. Ia yaitu makhluk yang istimewa.

KU kuatkan bahunya untuk melindungi anak-anakmu kelak.
KU lembutkan hatinya


untuk memberimu rasa aman.
KU kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia.
KU teguhkan
pribadinya untuk selalu berjuang waktu yang lain menyerah.
KU berikan naluri untuk
tetaplah menyayangi walau dikhianati serta disakiti oleh orang yang disayangi.
KU hembuskan kasih sayang supaya ia dapat mencurahimu dengan perhatian.
KU buat matanya lentik karena ia bakal jadi jendela kedamaian.
KU buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetaplah mengingat indahnya dunia.
KU buat tangannya terampil untuk menjagamu supaya tidak pernah kekurangan.

Namun bila satu saat ia menangis.
Itu karena AKU memberinya air mata untuk membersihkan luka batin serta memberikan kekuatan yang baru. Tidaklah satu tanda kelemahan serta kekalahan. ”

Pria itupun tertegun sejenak. Diambilnya langkah bergegas, dipeluk serta diusapnya air mata di pipi orang yang dicintainya. “Aku bakal membantumu menghapus luka batin itu…”

************
Wahai para pria, jangan pernah menyakiti wanita.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar